Dampak Polusi

Selain dampak terhadap kesehatan secara langsung, polusi udara juga dapat berdampak lebih luas. Misalnya, bagi kamu yang tinggal di kota besar, umumnya udara terasa lebih panas dibandingkan pedesaan yang lingkungannya masih alami. Panas tersebut juga merupakan contoh dampak polusi udara yang dikenal dengan istilah efek rumah kaca.

A. DAMPAK POLUSI UDARA
Dampak utama polusi udara adalah :
1. gangguan keseharan :
a. Karbon monoksida
Di atmosfer, gas karbon monoksida (CO) sangat sedikit, sekitar 0,1 ppm. Di daerah perkotaan dengan lalu lintas padat, konsentrasi gas CO dapat mencapai 10-15 ppm. Gas CO yang terhirup dapat bereaksi dengan hemoglobin pada sel darah merah sehingga menghalangi pengangkutan oksigen yang sangat dibutuhkan tubuh. Efek yang ditimbulkan adalah pusing, sakit kepala, rasa mual, ketidaksadaran (pingsan), kerusakan otak, dan kematian. Gas CO dapat berdampak pada kulit dan menyebabkan masalah jangka panjang pada penglihatan.
b. Sulfur Oksida
Sulfur oksida, nitrogen oksida, dan ozon pada Konsentrasi rendah dapat menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan. Ketiga gas tersebut dalam waktu cukup lama dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang kronis, seperti bronkitis, erfisema, dan asma. Penyakit ini umumnya ditandai kesulitan bernapas (sesak) akibat kerusakan organ pernapasan. Sulfur oksida dan ozon bersifat racun bagi tumbuhan, pada konsentrasi tertentu dapat menyebabkan kematian
c. Materi Partikulat
Materi partikulat, seperti serbuk batu bara, serbuk kuarsa, dan serat asbes, dapat menyebabkan penyakit paru-paru. di area pabrik, konstruksi bangunan, dan pertambangan Pekerja di area itu beresiko tinggi terkena penyakit ini dan penyakit dapat lebih parah mulai dari peradangan sampai pembentukan tumor. Timbal sangat beracun (toksik) dan bisa terakumulasi dalam tubuh, serta menyerang berbagai tubuh, seperti sistem pencernaan dan sistem saraf.,fungsi jantung dan ginjal. Timbal dapat menyebabkan keterbelakangan mental pada anak-anak.
d. Asap Rokok
mengandung berbagai zat berbahaya seperti benzo-a-pyrene dan formaldehid yang berpotensi menimbulkan bermacam-macam penyakit seperti gangguan pernapasan, penyakit jantung, dan kanker paru-paru.
e. Zat-zat penyebab kanker
Zat-zat penyebab kanker seperti kloroform, para-diklorobenzena, tetrakloroetilen, trikloroetan, dan radioaktif (misalnya radon). Zat-zat tersebut merupakan jenis polutan udara di dalam ruangan (indoor air pollutants) yang berpotensi menimbulkan kanker bila terdapat dalam konsentrasi tinggi.
f. Suara
Kontak dengan suara bising dalam waktu lama dapat menimbulkan kerusakan organ pendengaran. Kerusakan dapat bersifat permanen, seperti ketulian. Polusi suara juga dapat mempengaruhi sistem tubuh lainnya. Suara yang bising dapat menyebabkan gangguan pada jantung, sakit kepala, dan stres secara psikologis.

2. Asbut (Asap dan Kabut)
dari bahasa Inggris smog (singkatan dari kata smoke and fog) .Istilah ini muncul sekitar awal abad ke20, di kota London akibat revolusi industri. Berdasarkan jenis polutan penyebabnya, asbut dapat dibedakanmenjadi asbut industri dan asbut fotokimia. Asbut industri seperti sulfur oksida dan materi
partikulat yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil oleh industri. Partikulat yang terkandung dalam asbut industri menyebabkan warnanya tampak keabuan. Asbut fotokimia seperti nitrogen oksida yang berasal dari kendaraan bermotor dan hidrokarbon yang berasal dari berbagai sumber.
Kedua polutan ini akan mengalami reaksi fotokimia membentuk ozon. Ozon bereaksi dengan berbagai polutan udara lainnya membentuk jenis polutan sekunder yang berbahaya bagi kesehatan. Hidrogen
oksida menyebabkan asbut fotokimia tampak berwarna kecoklatan. Asbut dapat mengganggu penglihatan sehingga menghambat berbagai aktivitas manusia, misalnya penerbangan. Di Indonesia asbut ditimbulkan juga oleh kebakaran hutan.

3. Hujan Asam
Hujan sebenarnya secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6, karena CO, dengan uap air di udara membentuk asam lemah yang bermanfaat untuk melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan hewan). Berbagai polutan udara dapat meningkatkan keasaman air hujan, sehingga disebut hujan asam. Disebut hujan asam jika memiliki pH 5,6. Polutan yang menyebabkan hujan asam adalah nitrogen oksida dan sulfur dioksida. Zat-zat ini di atmosfer akan bereaksi dengan uap air untuk membentuk asam sulfat, asam nitrat, dan asam nitrit yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan.

Dampak dari hujan asam di antaranya adalah:
• Memengaruhi kualitas air permukaan bagi biota yang hidup di dalamnya. Suatu penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang erat antara penurunan pH dengan penurunan populasi ikan dan biota air lainnya di perairan.
• Hujan asam dapat merusak jaringan tanaman sehingga menghambat pertumbuhannya dan dapat menyebabkan kematian.
• Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah, sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan. Air yang telah tercemar logam berat jika dikonsumsi dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
• Bersifat korosif, sehingga merusak berbagai bahan logam seperti mobil dan pagar, monumen dan patung atau komponen bangunan.
• Menyebabkan penyakit pernapasan.
• Pada ibu harnil, dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan meninggal.

4. Pemanasan Global
Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya suhu rata-rata bumi. Pemanasan global terjadi akibat efek rumah kaca yang ditimbulkan oleh gas-gas rumah kaca. Efek rumah kaca merupakan peristiwa tertahannya atau terperangkapnya panas matahari di lapisan atmosfer bumi bagian bawah oleh gas-gas rumah kaca yang membentuk lapisan di atmosfer. Gas-gas rumah kaca tersebut rnemerangkap panas di bumi dengan cara menyerap panas matahari dan memantulkannya kembali ke bumi. Seharusnya, sebagian besar panas matahari dipantulkan ke luar angkasa. Hal ini menyebabkan suhu bumi meningkat sehingga terjadi pemanasan global.
Gas-gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global meliputi berbagai polutan udara, seperti karbon dioksida (CO2), metan (CH4), nitrat oksida (Nip), hidrofluorokarbon (HFC), dan kiorofluorokarbon (CFC). Suhu bumi terus meningkat seiring dengan peningkatan emisi gas-gas rumah kaca menurut laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).
Terjadinya peningkatan suhu bumi akan mengakibatkan mencairnya es di kutub dan meningkatkan suhu air taut. Dampak lebih lanjut dari pemanasan global di antaranya sebagai berikut:
• Menambah volume air laut sehingga permukaan air laut akan naik.
• Menimbulkan banjir di daerah pantai.
• Dapat menenggelamkan pulau-pulau dan kota-kota besar yang di tepi laut
• Meningkatkan penyebaran penyakit menular.
• Curah hujan di daerah yang beriklim tropis akan lebih tinggi dari normal.
• Tanah akan lebih cepat kering, walaupun sering terkena hujan. Kekeringan tanah ini akan mengakibatkan banyak tanaman mati. Dengan demikian, di beberapa tempat dapat mengalami kekurangan makanan.
• Akan sering terjadi angin besar di berbagai tempat.
• Berpindahnya hewan ke daerah yang lebih dingin.
• Musnahnya hewan dan tumbuhan, termasuk manusia, yang tidak mampu berpindah atau beradaptasi dengan suhu yang lebih tinggi.
Meningkatnya suhu global berakibat juga terhadap meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Intensitas dan pola musim hujan yang makin menyimpang di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

5. Penipisan Ozon di lapisan Stratosfer
Ozon di lapisan stratosfer memiliki peran penting dalam menyerap radiasi sinar UV (ultraviolet) yang dipancarkan matahari ke bumi. Sinar UV rnemiliki dampak yang buruk terhadap makhluk hidup, di antaranya menimbulkan mutasi, kanker kulit, penyakit pada tumbuhan, dan pada akhirnya menurunkan populasi makhluk hidup. Sejumlah senyawa polutan dapat menghancurkan ozon sehingga jumlahnya berkurang. Senyawa yang dapat menghancurkan ozon adalah senyawa yang mengandung unsur klorin (CI) dan bromin (Br). Contoh senyawa yang paling dikenal sebagai penyebab penipisan ozon adalah klorofluorokarbon (CFC) yang berasal terutama dari aerosol, lemari pendingin, dan pendingin udara (AC). Senyawa lain yang juga dapat menyebabkan penipisan ozon adalah metil bromida yang dapat ditemukan dalam pestisida dan metil kloroform serta karbon tetraklorida yang banyak digunakan sebagai pelarut di industri. Saat ini, upaya untuk mencegah terjadinya penipisan ozon lebih lanjut telah banyak dilakukan. Salah satunya dengan cara mengurangi produksi senyawa penghancur ozon seperti CFC.

B. DAMPAK POLUSI AIR
Air merupakan salah satu komponen abiotik yang sangat penting bagi manusia dan makhluk hidup lain. Air yang telah !ercemar akan sangat memengaruhi kualitas hidup organisme. Polusi air dikarenakan kegiatan manusia. Ada pun dampaknya antara lain :
1. Gangguan Kesehatan :
Air yang telah tercemar, baik oleh senyawa organik maupun senyawa anorganik akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan karena mudah menjadi media berkembangnya berbagai macam penyakit. Pencemaran air dapat terjadi di air yang tergenang (tidak mengalir), air yang mengalir di permukaan, atau air tanah.
Berbagai penyakit karena pencemaran air :
a. Penyakit menular, karena air yang tercemar menjadi media bagi perkembangbiakan dan persebaran mikroorganisme, termasuk mikroba pathogen dan tidak bersih lagi. Air yang tercemar oleh limbah organik, terutama yang berasal. dari industri pengolahan makanan dan kotoran manusia atau hewan merupakan tempat yang subur untuk perkembangbiakan mikroorganisme. Mikroorganisme patogen yang berkembang biaK dalam air menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit menular.

VIRUS
Jenis Mikoroba : Virus Hepatitis A
penyakit : Hepatitis A
Gejala penyakit :demam, sakit kepala, sakit perut, kehilangan selera makan. pembengkakan hati sehingga tubuh menjadi kuning

Jenis Mikoroba : Virus Polio
penyakit : Poliomyletis
Gejala penyakit :tenggorokan sakit, demam, diare, sakit pada tungkai dan punggung, kelumpuhan dan kemunduran fungsi otot

BAKTERI
Jenis Mikoroba : Vibrio cholerae
penyakit : Kolera
Gejala penyakit : diare yang sangat parah, muntah-muntah, kehilangan cairan sangat banyak sehingga menyebabkan kejang dan lemas

Jenis Mikoroba : Escherichia coli
penyakit : Diare
Gejala penyakit :buang air besar berkali-kali dalam sehari, kotoran encer (mengandung banyak air), terkadang diikuti rasa mulas atau sakit perut

Jenis Mikoroba : Salmonella typhosa
penyakit : Tipus
Gejala penyakit : sakit kepala, demam, diare, muntah-muntah, peradangan dan pendarahan usus

Jenis Mikroba : Shigella disentriae
penyakit : disentri
Gejala penyakit : infeksi usus besar, diare, kotoran mengandung lendir dan darah, sakit perut

Protozoa
Jenis Mikroba : Entamoeba histolytica
penyakit : Disentri amoeba
Gejala penyakit : Sama seperti disentri bakteri

Jenis Mikroba : Balantidium coli
penyakit : Balantidiasis
Gejala penyakit : Peradangan usus, diare berdarah

Jenis Mikroba : Giardia lambia
penyakit : Giardiasis
Gejala penyakit : diare, sakit perut, terbentuk gas dalam perut, bersendawa, keletahan

METAZOA
(Cacing Parasit)
Jenis Parasit : Ascaris lumbricoides (cacing getang)
penyakit : Ascariasis
Gejala penyakit : demam, sakit perut yang parah, matabsorbsi, muntah-muntah, ketelahan

Jenis Parasit : Taenia saginata
(cacing pita)
penyakit : Taenisiasis
Gejala penyakit : gangguan pencernaan, rasa mual, kehitangan berat badan, rasa gatat di anus

Jenis Parasit : Schistosoma sp. (cacing pipih)
penyakit : Schistosomiasis
Gejala penyakit : gangguan pada hati dan kantung kemih sehingga terdapat darah daLam urin, diare, tubuh lemas, sakit perut yang terjadi berulang-ulang

b. Penyakit tidak menular, Penyakit tidak menular dapat muncul terutama karena air telah tercemar oleh senyawa anorganik, seperti logam berat. Namun, ada juga senyawa organik yang dapat menimbulkan penyakit, terutama yang mengandung unsur klorin (CI), seperti DDT dan PCB. Polutan-polutan ini dapat menimbulkan penyakit karena sifatnya beracun bagi tubuh.
Beberapa polutan :
Kadmium (Cd), logam berat yang digunakan oleh banyak industri dalam proses produksinya. Contohnya, pabrik pipa PVC, pabrik pembuatan karet, dan pabrik kaca. Logam Cd dapat terserap tubuh manusia, dan akan terakumulasi di organ-organ tubuh, terutama di ginjal dan hati. Keracunan kadmium memengaruhi otot polos pembuluh darah, sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan dapat menyebabkan gagal jantung. Keracunan kadmium mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal dan hati.
Kobalt (Co), digunakan dalam industri sebagai bahan campuran untuk pembuatan mesin pesawat, magnet, alat pemotong atau penggiling, serta untuk pewarna kaca, keramik, dan cat. Co dibutuhkan sedikit dalam proses pembentukan sel darah merah dan diperoleh melalui vitamin B12. Kobalt dalam konsentrasi tinggi (150 ppm atau lebih) di tubuh manusia akan merusak kelenjar tiroid (gondok) sehingga penderita akan kekurangan hormon yang dihasilkan kelenjar tersebut, juga menyebabkan gagal jantung dan edema (pembengkakan jaringan akibat akumulasi cairan dalam sel).
Merkuri (Hg), merkuri untuk berbagai proses industri, seperti proses pembuatan klorin atau juga terdapat pada baterai, cat, plastik, termometer, lampu tabung, kosmetik, dan hasil pembakaran batu bara. Logam merkuri terakumulasi dalam tubuh makhluk hidup berasal dari konsumsi hewan-hewan air yang telah tercemar merkuri. Efek merkuri : merkuri dapat menyebabkan janin menjadi cacat mental (pada wanita hamil), menyebabkan kerusakan ginjal, saraf, dan jantung , pada konsentrasi rendah, merkuri dapat menimbulkan sakit kepala, depresi, dan perubahan perilaku.
Timbal (Pb), berasal dari berbagai sumber, seperti rembesan Pb dari sampah kaleng yang mengandung timbal, cat yang mengandung timbal, bahan bakar bertimbal, pestisida, dan dari korosi pipa-pipa yang mengandung timbal. Konsentrasi > 15 mg/di dalam darah dianggap berbahaya bagi kesehatan . Pb dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau kematian janin, pada anak-anak menyebabkan kecacatan mental dan gangguan fisik, pada orang dewasa timbal meningkatkan resiko terkena hipertensi (tekanan darah tinggi).
Senyawa Organik Berklorin, Contohnya adalah dikloro-difenil¬:rikloroetana (DDT), aldrin, heptaklor, dan klordan yang menjadi insektisida, juga senyawa kimia industri ada yang merupakan senyawa organik berklorin, contohnya poliklorinasi bifenil (PCB) dan dioksin. Senyawa tersebut terakumulasi dalam lubuh makhluk hidup dan konsentrasinya terus meningkat pada posisi piramida makanan yang lebih tinggi. Senyawa-senyawa ini dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ, terutama hati dan ginjal, serta beberapa diteliti dapat menimbulkan kanker.

2. Air tidak bermanfaat sesuai peruntukkannya
Pencemaran air oleh berbagai jenis polutan akan menyebabkan air tidak dapat lagi digunakan untuk berbagai keperluan manusia. Contohnya :
a. Air tidak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan rumah tangga. Pencemaran air oleh berbagai jenis limbah akan menyebabkan air berbau dan keruh serta dapat mengandung kuman atau zat berbahaya. Air yang tercemar ini tentu tidak akan dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari manusia, seperti untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci.

b. Air tidak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan industri. Air yang telah tercemar dapat menyebabkan proses produksi terhambat karena air tidak dapat lagi digunakan. Misalnya, air yang telah tercemar minyak tidak dapat digunakan sebagai pelarut di industri kimia.
c. Air tidak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian dan perikanan, Pencemaran air, misalnya oleh senyawa anorganik, akan menyebabkan air tidak dapat digunakan lagi. Ha ini disebabkan senyawa anorganik dapat mengubah pH perairan secara drastis. Perubahan pH tersebut dapat mematikan hewan dan tanaman. Selain itu, beberapa senyawa anorganik sifatnya beracun bagi hewan atau tanaman.

3. Menurunnya beberapa populasi biota air
Berbagai biota air, seperti ganggang, ikan, udang, kerang, da¬terumbu karang, merupakan sumber daya yang sangat penting bagi manusia. Menurunnya populasi biota ini akan membawa kerugian besarseperti kekurangan sumber pangan ,menghilangkan mata pencaharian sebagian orang, ataupun mengganggu keseimbangan ekosistem. Beberapa poutan yang sifatnya berbahaya bagi biota air di antaranya adalah nutrien tumbuhan, limbah yang membutuhkan oksigen, minyak, sedimen, dan panas.
a. Nutrien Tumbuhan :Perairan yang mengandung polutan nutrient tumbuhan seperti fosfat dan nitrogen dalam jumlah berlebih disebut eutrofikasi. Eutrofikasi akan menyebabkan ganggang (algae) berkembang biak dengan subur sehingga populasinya meningkat pesat. Kejadian ini sering disebut algae blooming. Algae blooming dapat menyebabkan beberapa gangguan perairan, di antaranya adalah mengganggu penetrasi cahaya matahari ke dalam perairan karena permukaannya tertutupi oleh populasi ganggang. Ganggang mengganggu kehidupan biota air di perairan tersebut karena ganggang tersebut dapat menyebabkan keracunan dan dapat meningkatkan BOD pada penguraiannya.
b. Limbah yang membutuhkan oksigen : pencemaran air oleh limbah yang membutuhkan oksigen juga akan menyebabkan peningkatan BOD di perairan akibat tingginya populasi bakteri aerob (membutuhkan oksigen) yang membusukkan limbah. Peningkatan BOD akan menurunkan DO perairan sehingga menurunkan populasi biota air yang tidak toleran terhadap kandungan DO yang rendah.
c. Minyak : Pencemaran minyak banyak terjadi di lautan atau pantai. pencemaran minyak di perairan dapat menyebabkan kematian bagi banyak jenis biota air, seperti terumbu karang. Kematian ini disebabkan adanya senyawa dalam minyak yang sifatnya beracun bagi biota air tersebut. Pencemaran minyak menyebabkan gangguan fisiologis seperti hilangnya kemampuan mengapung atau kemampuan menjaga suhu tubuh sehingga hewan dapat mati karena tenggelam atau karena kehilangan panas tubuh secara drastis.
d. Sedimen : Pencemaran sedimen di perairan dapat menyebabkan air menjadi keruh sehingga mengurangi jarak penetrasi cahaya matahari ke dalam perairan. Hal ini akan menyebabkan kemampuan fotosintesis ganggang dan tumbuhan air menurun sehingga populasinya berkurang dan menyebabkan populasi lainnya menurun. Sedimen juga dapat menyumbat aliran air, membawa endapan senyawa toksin, dan menutupi terumbu karang serta makhluk hidup lain di dasar perairan.
e. Panas : Polusi panas atau termal dapat menyebabkan perubahan suhu perairan secara drastis. Hal ini akan mengakibatkan kematian berbagai biota air yang tidak mampu beradaptasi terhadap perubahan suhu tersebut. Panas juga dapat menurunkan DO di perairan.

B. DAMPAK POLUSI TANAH

Tempat pembuangan sampah merupakan lahan yang penuh dengan berbagai jenis limbah yang dihasilkan manusiasehingga tempat pembuangan sampah sebagai salah satu sumber utama polusi tanah.
1. Tempat Pembuangan
Tempat pembuangan sampah (limbah), Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun pembuangan sementara, akan mmenimbulkan berbagai dampak polusi. Secara langsung, limbah di tempat pembuangan akan menimbulkan polusi pada tanah. Limbah padat yang sifatnya sulit terurai, akan menumpuk selama bertahun-tahun sehingga memerlukan ketersediaan lahan yang luas. Manusia semakin kekurangan lahan. Lahan sekitar tempat pembuangan juga akan menjadi tidak ideal untuk permukiman, pertanian, ataupun aktivitas manusia lain, sebab tidak enak dilihat dari segi estetika dan juga dapat berbahaya bagi kesehran. Limbah anorganik yang ada di tempat pembuangan bisa mengandung senyawa beracun, misalnya logam berat. Senyawa beracun ini dapat meracuni makhluk hidup di tanah, seperti tumbuhan, mikroorganisme, dan cacing tanah. Limbah organik dapat menjadi tempat berkembang biak berbagai bakteri pembusuk, atau penyebabkan penyakit. Hewan penyebar penyakit lain, seperti nvamuk, lalat, dan tikus, dapat berkembang biak di tempat pembuangan sampah. Hujan dapat melarutkan senyawa¬ -senyawa polutan yang terkandung dalam limbah padat. Polusi udara yang dapat timbul melalui tempat pembuangan adalah gas metan (CH,) yang dihasilkan melalui pembusukan limbah organik oleh bakteri. Gas metan berbau tidak sedap sehingga akan mengganggu manusiaserta merupakan salah satu gas penyebab efek rumah kaca.

2. Lingkungan Pertanian
Polusi tanah yang terjadi di lingkungan pertanian terutama disebabkan oleh penggunaan pestisida kimia, pupuk, dan irigasi. Pestisida, selain dapat membunuh hama pengganggu, juga dapat membunuh biota tanah yang bermanfaat bagi kesuburan tanah, seperti cacing tanah dan mikroorganisme. Pupuk yang digunakan berlebihan dapat menjadi racun bagi tanaman. Pestisida dan pupuk dapat menjadi polutan di air jika terbawa oleh aliran air ke perairan. Proses irigasi dapat menyebabkan tanah mengalami salinisasi, yaitu peningkatan kadar garam sehingga meracuni tanaman.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: