POLUSI

Dalam modul ini akan dikaji mengenai limbah. Berdasarkan Peraturan Penerintah (PP) No. Menurut UU RI no. 23 tahun 1997, pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.Modul ini dapat dipelajari secara mandiri, kerja kelompok atau tutorial. Pada akhir kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat:
1. menjelaskan pengertian polusi
2. membedakan pengertian polusi dan limbah
3. menyebutkan bermacam-macam polusi
4. menjelaskan polutan udara dan sumber-sumber – sumber polusi udara
5. menjelaskan polutan air dan sumber-sumber – sumber polusi air
6. menjelaskan polutan tanah dan sumber-sumber – sumber polusi tanah
7. menjelaskan tentang polutan dan polusi di lingkungan kerja
8. menjelaskan indikator fisik polusi udara
9. menjelaskan indikator kimia polusi udara
10. menjelaskan indikator biologi polusi udara
11. menjelaskan indikator fisik polusi air
12. menjelaskan indikator kimia polusi air
13. menjelaskan indikator biologi polusi air
14. menjelaskan indikator fisik polusi tanah
15. menjelaskan indikator kimia polusi tanah
16. menjelaskan indikator biologi polusi tanah

MATERI PEMBELAJARAN
Lingkungan yang mengalami pencemaran akan memberikan dampak negatif bagi makhluk hidup yang hidup di dalamnya. Pencemar disebut juga polutan. Polutan berbeda dengan limbah. Limbah atau bahan buangan akan menjadi polutan apabila jumlahnya melebihi jumlah normal, berada pada tempat yang tidak semestinya, dan berada pada waktu yang tidak tepat. Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi lingkungannya yang telah tercemar melalui proses pemurnian secara alami.

A. MACAM-MACAM POLUSI
Berdasarkan keberadaannya di lingkungan, polusi dapat dibedakan menjadi polusi udara, polusi air, dan polusi tanah. Polusi yang terjadi di udara, air, maupun tanah, dapat disebabkan oleh berbagai jenis polutan. Polutan-polutan tersebut dapat dibedakan menjadi berbagai jenis senyawa, wujud, dan sifat.

1.Polusi Udara

Polusi/pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh polutan dari sumber-sumber alami atau oleh kegiatan manusia. Polutan udara dapat dibedakan menjadi polutan primer dan polutan sekunder. Polutan primer ditimbulkan Iangsung dari sumber pencemaran udara, contohnya karbon monoksida (CO) dan sulfur dioksida (SO2). Polutan sekunder terbentuk dari reaksi polutan primer di atmosfer, contohnya sulfur trioksida (SO3) dan ozon (O3).

Polutan di Udara

1. Materi Partikulat
Materi partikulat terdiri atas berbagai partikel padat dan cair yang tersuspensi di udara. Partikel yang berukuran besar tersuspensi di udara dalam jangka waktu relatif pendek sedangkan partikel berukuran kecil tersuspensi dalam jangka waktu relatif panjang. Materi partikulat berupa partikel padat biasanya disebut debu sedangkan yang berupa partikel cair biasanya disebut kabutContoh materi partikulat adalah partikel tanah, serbuk sari, partikel asbes, timbal, besi, timah, tembaga, dan tetesan asam sulfat (H2SO4).
2. Nitrogen Oksida
Gas nitrogen oksida yang merupakan polutan di udara dalam bentuk senyawa nitrit oksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), dan nitrat oksida (N20). Nitrogen dioksida merupakan gas yang berwarna cokelat kemerahan dan di atmosfer dapat bereaksi menjadi asam nitrat (HNO3).
3. Sulfur Oksida
Merupakan polutan utama di udara adalah sulfur dioksida (SO2), adalah gas tidak berwarna dengan bau yang kuat. Sulfur dioksida dapat bereaksi di atmosfer membentuk sulfur trioksida (SO3). Sulfur trioksida dapat bereaksi dengan air menghasilkan asam sulfat (H2SO4).
4. Gas Karbondioksida
Karbon oksida terdiri atas gas karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO3). Kedua gas ini tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa.
5. Hidrokarbon
Kelompok berbagai senyawa organik yang hanya mengandung hidrogen dan karbon. Hidrokarbon biasanya mudah menguap (volatile organic compound) . Contoh hidrokarbon adalah metan (CH4) dan benzena (C6H6). Hidrokarbon di atmosfer dapat mengalami reaksi fotokimia (reaksi yang dikatalis oleh cahaya matahari) membentuk senyawa-senyawa seperti formaldehid dan peroksiasetilnitrat (PAN).
6. OZON
Terdapat di lapisan stratosfer merupakan senyawa penting yang melindungi manusia dan makhluk hidup lain dari bahaya radiasi sinar UV matahari. Ozon di troposfer dapat terbentuk dari hasil aktivitas manusia dan menjadi polutan. Ozon tersebut terbentuk dari reaksi fotokimia antara senyawa hidrokarbon dan nitrogen oksida di atmosfer.

7. SUARA
Kebisingan diartikan sebagai suara atau ounyi yang dapat mengganggu dan/atau merusak pendengaran manusia dan hewan. Ada tiga macam kebisingan yaitu :
a. Kebisingan impulsif, yaitu kebisingan yang datangnya tidak terus-menerus, misalnya suara palu ketika orang memaku.
b. Kebisingan kontinyu, yaitu kebisingan yang datangnya secara terus-menerus dalam jangka waktu yang cukup lama, misalnya suara mesin yang dihidupkan.
c. Kebisingan semi kontinyu, yaitu kebisingan kontinyu yang hanya sekejap, kemudian hilang, tapi ada kemungkinan akan terulang, misalnya suara kereta api atau pesawat terbang yang lewat.
d. Tingkat kebisingan dapat diukur dengan satuan unit oengukuran desibel (dB). Semakin besar desibelnya, semakin besar juga resiko kerusakan yang ditimbulkan suara tersebut

Sumber-Sumber Polusi Udara

Polusi udara dapat terjadi di luar ruangan (outdoor pollution) dan di dalam ruangan (indoor pollution). Polusi udara yang terdapat di luar ruangan dapat bersumber dari kegiatan manusia atau dari sumber alami, sedangkan polusi udara di dalam ruangan terutama bersumber dari kegiatan manusia. Contoh sumber-sumber polusi udara yang ada di luar ruangan adalah letusan gunung berapi, kebakaran hutan, pembakaran bahan bakar fosil (terutama batu bara) oleh industri (terutama industri kimia, industri metal, dan industri kertas), serta pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor. Contoh sumber-sumber polusi udara yang ada di dalam ruangan adalah bahan-bahan baku bangunan, senyawa­senyawa pembersih, asap rokok, perapian, kompor gas dan kompor minyak tanah, serta produk-produk perawatan tubuh dan pakaian.

Jenis Polutan

Sumber Utama
Sulfur oksida(gas dan partikulat) pembakaran bahan bakar industri, proses peleburan logam 
Ozon Reaksi fotokimia
Timbal dan mangan Kendaraan Bermotor
Materi partikulat, klorin, dan kadmium produk pembakaran berbagai bahan/ zat buangan industri
Nitrogen oksida (NO dan NO2 pembakaran bahan bakar industri, bangunan pembangkit listrik, kompor gas, perapian, kebakaran hutan, tanah pertanian yang dipupuk berlebihan
Karbonmonoksida dan Karbondioksida pembakaran bahan bakar industri dan kendaraan bermotor
Formaldehid asap rokok, perabot kayu
Asbes ubin, atap
Amonia produk-produk pembersih
Hidrokarbon asap rokok, pembakaran bahan bakar industri, dan kendaraan bermotor
Trikloroetan Semprotan aerosoll
Para-diklorobenzena penyegar/pengharum ruangan
Tetrakloroetilen Uap drycleaning pada pakaian

 Polusi Air

 Tanpa air, manusia tidak dapat hidup. Tidak semua air dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Air yang diperlukan adalah air yang bersih dan murni. Air dikatakan tercemar jika terjadi peruhahan pada kualitas baik secara kimia, biologi, atau fisika, yang dapat rnembahayakan makhluk hidup. Pencemaran air oleh berbagai jenis polutan juga dapat menurunkan kualitas air sehingga tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya Pencemaran air dapat terjadi di mata air, sungai, laut, waduk, dainau, ataupun air tanah.

Pencemaran air sebagian besar disebabkan oleh manusia, berupa limbah dari rumah tangga, kegiatan – iustri, maupun kegiatan lainnya.

Polutan di air

Kelompok Polutan Utama air :

  1. Agen Penyabab Penyakit : adalah organisme-organisme yang dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit. Contoh agen penyebab penyakit: bakteri, virus, protozoa, dan cacing parasit.
  2. Limbah yang memerlukan oksigen : Limbah yang memerlukan oksigen terdiri atas berbagai ,Imbah organik yang dapat diurai oleh bakteri aerob. Contoh jenis limbah ini adalah kotoran manusia dan hewan, sisa-sisa tumbuhan, dan limbah industri (misalnya industri pengolahan makanan, kertas, dan minyak).
  3. Bahan Kimia Organik : merupakan senyawa kimia yang mengandungatom karbon. Contoh : pestisida (misalnya DDT, aldrin, dieldrin, heptaklor, dan klordan), rninyak, gasolin, pEastik (vinil klorida), pelarut pada produk-produk pembersih (misalnya benzena, karbon tetraklorida, kioroform, dan trikioroetilen), deterjen, dan PCB (Poliklorinasi biferii]).
  4. Bahan Kimia Anorganik : polutan yang mengandung unsur kimia selain karbon, misalnya berbagai senyawa asam, senyawa garam-garaman, dan logam berat. Contoh logam berat yang umum mencemari perairan adalah timbal (Pb), arsenik (As), dan merkuri (Hg).
  5. Nutrien Tumbuhan : merupakan senyawa-senyawa kimia yang dapat menstimulasi pertumbuhan tumbuhan dan ganggang (algae). Contoh : nitrat (NO3), fosfat (PO4), dan amonium (NH4).
  6. Sedimen : adalah endapan berbagai partikel padat seperti partikel pasir, lempung, lumpur, dan batuan di dasar perairan.
  7. Bahan Radioaktif : mengandung atom-atom dari senyawa isotop yang tidak stabil sehingga memancarkan radiasi secara spontan. Contoh : radon, iodin, dan uranium.
  8. Panas : disebut polusi termal. Panas dapat menjadi polutan di air apabila berlebihan sehingga suhu perairan meningkat ter]alu tinggi.

Sumber-Sumber Polusi Air

Sumber polusi air dapat dibedakan menjadi sumber langsung (point sources) dan sumber tidak langsung (nonpoint sources). Sumber langsung adalah sumber polusi yang membuang polutan di lokasi spesifik melalui pipa, selokan, atau saluran pembuangan langsung menuju badan atau permukaan air. Polusi dari sumber langsung mudah dideteksi karena lokasi pembuangan polutannya spesifik. Contoh : pabrik, tempat pengolahan limbah, pertambangan, dan tangki minyak

Sumber tidak Iangsung adalah sumber polusi yang asalnya dari area lahan luas atau dari partikel-partikel yang terbawa udara, yang mencemari air melalui aliran air atau pengendapan senyawa dari atmosfer. Polusi dari sumber tidak langsung lebih sulit dideteksi.. Contoh :aliran atau rembesan senyawa kimia dari lahan pertanian, peternakan, perkotaan, jalan raya, area parkir, dan tempat p:enebangan hutan.

Tabel Berbagai Polutan dan Sumbernya

Jenis Polutan

Sumber Utama

Agen penyebab penyakit limbah (buangan) rumah tangga, buangan hewan
Limbah yang memerlukan Oksigen kotoran hewan dan manusia, Eimbah industri, aliran buangan dari perkotaan
Bahan kimia Organik minyak Buangan mesin dan kedaraan bermotor, kebocoran pipa,tumpahan tangki,dan sumur minyak 
Pestisida dan herbisida lahan pertanian dan perkebunan, program pembasmian nyamuk
PlastikDeterjen Senyawa-senyawa

berklorin

Bahan kimia anorganik Senyawa asam

Garam-garaman

Timbal

Merkuri

Nutrien tumbuhan

(fosfat dan nitrat)

Sedimen

Bahan radioaktif

Panas

 

rumah tangga dan industri rumah tangga dan industriindustri kertas dan industri lain yang metakukan proses pemutihan

(bleaching), air yang ditambahkan

klorin (sebagai desinfektan)

pertambangan, limbah industri, pengendapan asam

irigasi pertanian, pertambangan, limbah industri, ladang minyak, aliran buangan dari perkotaan

bahan bakar yang mengandung timbal, beberapa pestisida, peleburan timbal

limbah industri, fungisida

aliran dari pertanian,

pertambangan, limbah rumah

tangga, limbah industri, air limbah yang tidak terolah dengan balk, industri pengolahan makanan,

Fosfat yang terkandung dalam deterjen

erosi tanah, aliran dari pertanian, pertambangan, hutan, dan kegiatan pembangunan (konstruksi)

batuan, tambang uranium, pembangkit tenaga nuklir, pengujian senjata nuklir

air pendingin dari industri dan pusat pembangkit listrik

 

3. Polusi Tanah

Polusi tanah mencakup berbagai perubahan fisik dan kimia pada tanah yang memberi dampak negatif bagi kehidupan tumbuhan dan makhluk hidup lain yang hidup di tanah. Selair berdampak negatif secara langsung, polusi tanah juga dapat menyebabkan polusi pada air dan udara karena polutan­polutan yang mencemari tanah dapat terbawa melalui aliran air ke air permukaan, merembes menuju air tanah, atau menguap ke udara.

Polutan di Tanah

1. Limbah Padat : Limbah padat meliputi bahan-bahan padatan buangan seperti kertas, plastik, kayu, metal, kaca, sisa makanan, karet, dan lainnya. Limbah/sampah ini meningkat jumlahnya setiap tahun dan seringkali menumpuk di lahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

2. Logam berat : kadmium, timbal, kromium, tembaga, besi, dan nikel

3. Pestisida : Pestisida adalah senyawa yang digunakan untuk membunuh makhluk hidup yang dianggap mengganggu oleh manusia. Pestisida dapat dibagi lagi berdasarkan organisme targetnya menjadi insektisida (pembunuh serangga), herbisida (pembunuh gulma/tumbuhan pengganggu), rodentisida (pembunuh hewan pengerat), dan fungisida (pembunuh jamur. Pestisida sangat berguna untuk membantu meningkatkan jumlah panen atau mengontrol populasi organisme. Pestisida yang mencemari tanah dapat berdampak negatif secara langsung. hadap tumbuhan dan biota tanah lainnya atau secara tidak angsung dengan mencemari air. Pestisida yang berbahaya terrutama dari jenis yang memiliki efek luas dan sulit terurai sehingga keberadaannya di alam bersifat persistent (ada terus­ menerus) untuk waktu yang lama.

4. Nitrogen : Nitrogen, fosfat, dan berbagai garam mineral merupakan unsur yang sangat diperlukan tumbuhan untuk Dertumbuhan.

Sumber-Sumber Polutan Tanah

  1. Sumber polutan utama di tanah adalah kegiatan pertanian. kegiatan pertanian menggunakan sejumlah besar pupuk dan pestisida serta melakukan irigasi untuk meningkatkan jumlah panen di lahan pertaniannya.
  2. Pupuk mengandung nitrogen dan fosfat, pestisida iengandung senyawa berbahaya, sedangkan air irigasi umumnya mengandung garam-garaman.

4. Polusi dan Polutan di Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja, seperti pertanian, pertambangan, dan industri menghasilkan bahan buangan yang dapat menjadi polutan di lingkungan. Zat polutan yang dihasilkan dari aktivitas manusia di lingkungan kerjanya akan mengakibatkan polusi, baik berupa polusi udara, air, maupun tanah.

Jenis Polutan

Sumber

Agrikultur(pertanian/perkebunan) Partikel tanah, nitrogen, fosfor, kalium, pestisida (insektisida, fungisida, dan herbisida), ammonia, dan ammonium
Pertambangan Sianida, arsenik, merkuri, tumpahanminyak, materi radioaktif, dan sulfur
Industri tekstit Tetraktoroetiten, metiten ktorida, klorobenzena, toluen, benzena, NOx (NOS„ NOS), pewarna pakaian, dan disinfektan seperti insektisida
Rumah sakit Sisa obat-obatan, alat kesehatan bekas pakai, dan materi radioaktif
Industri kertas Natrium hidroksida, klorin (Cl,), dan klorin dioksida (ClOz)
Perminyakan Tumpahan minyak, nitrogen oksida, sulfur dioksida, senyawa organik mudah menguap (volatile), dan logam berat

  INDIKATOR POLUSI DI LINGKUNGAN

 Tingkat polusi di lingkungan perlu diketahui supaya bias mentukan Iangkah-langkah  penanggulangan dampaknya. Untuk mengetahuinya, dibutuhkan suatu pengukuran terhadap faktor-faktor fisik, kimia, atau biologi yang menunjukkan adanya degradasi atau kerusakan pada lingkungan yang tercemar. Faktor-faktor ini disebut dengan indikator polusi.

 Indikator Polusi Udara

  1. Indikator fisik : sifat-sifat udara yang dapat diamati, udara yang bersih seharusnya tidak berwarna dan tidak berbau,udanya warna atau bau pada udara menunjukkan adanya polutan.
  2. Indikator kimia : indeks standar pencemar udara (ISPU) memberi informasi tingkat pencemaran udara yang merupakan hasil pemantauan ­konsentrasi rata-rata berbagai polutan udara selama periode 24 jam. Jenis polutan yang dipantau antara lain karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NO), ozon (03), da­materi partikulat (debu). Peningkatan konsentrasi senyawa-senyawa polutan di udara merupakan indikator bagi tingkat polusi udara
  3. Indikator Biologi : Makhluk hidup yang rentan pada perubahan konsentrasi zat polutan di udara dapat dijadikan indikator biologi. Contoh indikator biologi untuk mengamati tingkat polusi udara adalah lumut kerak (Lichenes). Lumut kerak merupakan simbiosis antara algae fotosintetik atau cyanobakteria dengan fungi. Lumut kerak terdiri atas beberapa kelompok yang masing-masing memiliki tingkat sensitivitas berbeda terhadap polutan udara. Oleh karena itu, keberadaan kelompok lumut kerak tertentu di suatu wilayah dapat menjadi indikator bagi tingkat polusi udara di wilayah. lumut kerak Usnea sp. dan Evernia sp. tidak akan dapat bertahan hidup Iiikit konsentrasi sulfur dioksida di udara terlalu tinggi.

Indikator Polusi Air

 Indikator Fisik : kekeruhan, bau, warna, dan suhu, dapat menjadi indikator bagi polusi., Air yang bersih seharusnya jernih (tidak keruh), tidak berbau, tidak berwarna, dan suhunya relatif sedang. Kekeruhan air berhubungan dengan konsentrasi partikel padat yang tersusupensi dalam air. Kekeruhan air dapat diukur secara sederhana menggunakan alat yang disebut cakram Secchi (secchi disc). Cakram Secchi ditandai dengan warna hitam dan putih. Cakram masih dapat dilihat dengan jelas menunjukkan tingkat penetrasi cahaya pada perairan tersebut. Bau dan warna atau perubahan suhu ekstrirr pada air dapat menunjukkan keberadaan senyawa kimia atau polutan tertentu dalam air.

  1. Indikator Kimia : Kandungan senyawa-senyawa kimia dalam air dapat menjad. indikator terjadinya pencemaran/polusi air. Contohnya :

– Kandungan Nutrisi :  Nutrisi yang terlarut di air seperti unsur nitrogen, fosfor, dan karbon dibutuhkan untuk pertumbuhan organisme fotosintetik di perairan.

–  Kandungan Logam berat : timbal, merkuri, sanida, dan kadmium, menunjukkan telah terjadi polusi air.

–  Oksigen Terlarut (dissolved oxygen/DO) : Pengukuran oksigen terlarut akan menunjukkan volume oksigen yang terlarut di air. Masuknya zat polutan, seperti buangan pupuk atau sampah organik, dapat menurunkan volume oksigen terlarut. Jumlah oksigen terlarut di air sebaiknya antara 4,0 hingga 12,0 rng/L.

– Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxygen Demand/ BOD)  : BOD berhubungan dengan DO,  Semakin rendah kadar oksigen terlarut DO) dalam air, semakin tinggi kadar BOD dalam air tersebut.pengukuran terhadap BOD secara tidak langsung menunjukkan kadar DO.

– pH/ tingkat keasaman : pH air yang normal adalah antara 6,5 hingga 9,0. Masuknya polutan yang bersifat asam dapat menurunkan nilai pH air dengan ekstrim (sangat asam atau sangat basa).

  1. Indikator Biologi : Jumlah dan susunan organisme dalam air sangat berhubungan dengan tingkat polusi air. Beberapa fitoplankton, seperti diatom dan dinoflagelata, dan zooplankton dari kelompok rotifera, rentan terhadap polutan sehingga keberadaannya di perairan mengindikasikan kondisi air yang cukup bersih. Sebaliknya keberadaan protozoa parasit dan bakteri koliform dalam air mengindikasikan telah terjadi polusi air. Tingginya jumlah bakteri koliform pada perairan menunjukkan bahwa perairan tersebut telah tercemar kotoran/ tinja manusia dan hewan. Keberadaan bakteri koliform pada perairan dapat mengindikasikan adanya mikroorganisme patogen, seperti protozoa parasit, bakteri patogen, dan virus, yang juga biasa terdapat pada manusia dan hewan.

Indikator Polusi Tanah

  1. Indikator fisik : Contoh indikator fisik yang menunjukkan kualitas tanah, antara lain warna tanah, kedalaman lapisan atas tanah, kepadatan tanah, porositas dan tekstur tanah, dan endapan pada tanah.
  2. Indikator Kimia : pH, salinitas, kandungan senyawa kimia organik, fosfor nitrogen, logam berat, dan radioaktif merupakan contoh indikate­kimia bagi tingkat polusi tanah
  3. Indikator Biologi : Cacing tanah merupakan salah satu indikator biologi pada pengukuran tingkat polusi tanah. Keberadaan cacing tanah dapat meningkatkan kandungan nutrisi pada tanah yang akan menyuburkan tanah. Populasi cacing tanah dipengaruhi oleh kondisi tanah habitatnya, seperti kondisi suhu, kelembapan, pH, salinitas, aerasi, dan tekstur tanah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: